Thursday, March 22, 2012

Rindang Indonesia Foundation


Allah SWT membuat perumpamaan dalam Al-Qur’an tentang sebuah ”POHON”. Pohon merupakan gambaran kehidupan. Kehidupan yang baik digambarkan pohon yang baik, akarnya menghujam ke bumi, cabangnya menjulang ke langit dan berbuah setiap musim. Tuhan yang Maha Esa menginginkan kehidupan yang sempurna bagi makhluknya. Sebagai makhluk ciptaan-Nya kita berkewajiban menciptakan kehidupan yang harmonis, selaras, aman, tentram, damai dan sejahtera. Ironis, kehidupan nyata terjadi tidak relevan dengan kemauan Tuhan, bencana alam seperti: tsunami, banjir, longsor, bahaya merapi adalah lebih disebabkan ulah tangan manusia. Kepedulian kita terhadap lingkungan adalah wujud nyata pengabdian kita kepada Sang Pencipta.

Yayasan Rindang Indonesia lahir dalam rangka ambil bagian menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara bahkan insya Allah dunia yang damai, sejuk, rindang, tentram dan bersahaja. Cita-cita ini kami awali dari daerah penyangga ibu kota, berbaur dengan masyarakat yang bersahaja, Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati Bekasi Jawa Barat, Indonesia. Kami beri nama Yayasan Rindang Indonesia yang selanjutnya kami sebut dengan istilah Rindang Indonesia Foundation disingkat RIF.

Rindang” adalah sebuah kata yang mengandung makna banyak cabang, daun, sejuk, teduh suatu gambaran kata yang sangat dibutuhkan manusia. Bermakna menjalin kebersamaan, menciptakan kesejahtraan, kedamaian, ketentraman lahir dan batin.

Dengan menghayati makna ”Rindang” kita semua terpangil memperbaiki fenomena kehidupan yang kita rasakan belum selaras dengan kehendak Ilahi baik di tataran negara kita (nasional) mahupun dunia internasional. Semoga dengan langkah ini hidup kita lebih bermakna, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sesuai hadits Rosul ”sebaik–baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”.

Selanjutnya, RIF dilambangkan dengan tiga lingkaran berwarna kuning, biru, dan hijau yang saling mengkait satu sama lain. Warna biru melambangkan ketinggian langit dan kedalaman samudera yakni kualitas tinggi dengan kedalaman ilmu pengetahuan, warna kuning melambangkan kekayaan dan kesejahteraan yakni kualitas sumberdaya manusia yang handal dengan pemberdayaan masyarakat, sedangkan warna hijau melambangkan kesuburan dan kedamaian yakni terpeliharanya keseimbangan ekologis lingkungan hidup. Dengan tiga symbol tersebut, RIF bergerak dalam Tiga Program Utama, yakni :

            I.    PENDIDIKAN
            II.   LINGKUNGAN HIDUP, dan
            III.  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Amanat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
-   Menciptakan kesejahteraan umum,
-   Mencerdaskan kehidupan bangsa dan
-  Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Maju mundurnya sebuah negara ditentukan oleh kualitas pendidikan. Pada 2010, Kemenko Kesra melaporkan, terdapat 8,3 juta (4,7%) penduduk Indonesia yang masih tidak dapat membaca (buta huruf). RIF siap bekerja sama dengan berbagai pihak baik individu maupun institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa demi menghantarkan generasi yang cerdas, bajik, bijak, menguasai sains dan teknologi,serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kerusakan hutan (deforestasi) masih tetap menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data laju deforestasi (kerusakan hutan) periode 2003-2006 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,17 juta hektar pertahun.

Bahkan kalau menilik data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 1,8 juta hektar/tahun. Laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record memberikan ‘gelar kehormatan’ bagi Indonesia sebagai negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia.

Dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan sebelumnya menyebutkan angka 135 juta hektar) sebanyak 21 persen atau setara dengan 26 juta hektar telah dijarah total sehingga tidak memiliki tegakan pohon lagi. Artinya, 26 juta hektar hutan di Indonesia telah musnah.

Dalam hal lingkungan hidup, dunia sepakat dan gencar mengkampanyekan isu-isu yang bernuansa lingkungan. Global warming adalah salah satu contoh bencana besar akibat manusia mengabaikan kelestarian lingkungan, tidak peduli akan keseimbangan ekosistem alam sebagai ciptaan Tuhan. Napsu serakah manusia mampu mengalihkan akal sehat dari pembangun menjadi PERUSAK LINGKUNGAN. Mari satukan tekad untuk menyelamatkan bumi kita.

RIF peduli sesama, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang heterogen yang memiliki potensi kecerdasan dan kekayaan budaya. Sangat disayangkan masih banyak masyarakat kita belum mencapai kesejahteraan. Badan Pusat Statistik dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2009 sebesar 32.53 juta orang (14,15 %). Melalui Program pemberdayaan Masyarakat RIF siap menjembatani antara kaum aghniya (kaya) dengan kaum dhuafa (lemah) melalui pembangunan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga tercipta stabilitas nasional yang mantap dan menghantarkan masyarakat kita menjadi masyarakat berpendidikan, sehat jasmani dan rohani basthotan fil ilmi wal jismi sehingga mampu memberikan kontribusi riel kepada negeri ini.Kita berharap tujuan pembangunan milenium (MDGs) tahun 2015 dapat kita capai dengan baik. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan rahmat dan kurnia-Nya kepada kita, membimbing kita pada jalan dan ridlo-Nya. Amin ya robbal alamin.